Navigation












Artists


Twilite Orchestra

    Genre : Jazz / Pop

    Perform on:
    Sunday March 4, 2012
    A2 BNI Hall

    Website :
    http://


  

About This Act :

Setelah belajar piano klasik dengan Mrs. Rotti, proses belajar musiknya lebih banyak dilaluinya secara otodidak, termasuk bidang orkestrasi, conducting, dan recording engineering. Dalam upayanya untuk terus memperdalam bidang-bidang tersebut, beberapa pendidikan singkat pernah diikutinya. Antara lain, Recording Engineering Workshop di Ohio pada tahun 1984 dan Conducting Workshop/Masterclass yang diselenggarakan oleh American Symphony Orchestra League di Los Angeles pada tahun 1995 dibawah bimbingan Jorge Mester, konduktor Pasadena Symphony Orchestra saat itu, dan Raymond Harvey, konduktor Fresno Philharmonic Orchestra.

Selama kariernya dalam industri musik di tahun 80-an, ia meraih beberapa penghargaan. Diantaranya adalah 3 buah Golden Trophy BASF Awards sebagai penata musik terbaik, 2 buah Golden Records untuk album Vina Panduwinata dan 2 buah Silver Records untuk album Chrisye.

Pada tahun 1998 Addie merekam lagu kebangsaan Indonesia Raya yang sekarang menjadi rekaman simfonik lagu ini satu-satunya yang dipakai secara luas di Indonesia. Lagu tersebut dikemas dalam album rekaman ‘Simfoni Negeriku’ yang juga menampilkan lagu-lagu perjuangan Indonesia dalam format simfonik. Dia juga membuat CD album rekaman karya-karya klasik simfonik pertama di Indonesia ‘La forza del destino’ pada tahun 2004

Kerjasama dengan musisi internasional, antara lain pada konser Twilite Orchestra bersama David Foster, Natalie Cole, Maksim, The Moscow Rachmaninov Trio, Ananda Sukarlan, Il Divo, sebagai konduktor tamu Manila Philharmonic dan membuat orkestrasi dalam album Dream Suite karya Suzanne Ciani, yang dinominasikan dalam Grammy Awards ke-38 sebagai The Best New Age Album.

Di tengah kesibukannya memimpin Twilite Orchestra, Addie membuat ilustrasi musik film Biola Tak Berdawai, Dealova, Cinta Pertama, Summer Breeze, In The Name Of Love dan Sepuluh. Karya lainnya termasuk lagu Mars dan Himne TNI, lagu resmi Garuda Indonesia, dan corporate theme song badan usaha lainnya antara lain Bank Indonesia, Summarecon, Metland, Sharp, BCA Prioritas, dan Auto 2000.

Bersama Twilite Orchestra yang didirikannya bersama Indra U. Bakrie dan Oddie Agam pada tahun 1991, Addie sering hadir di sekolah-sekolah maupun kampus-kampus untuk memberikan program apresiasi musik dengan konser simfonik dan string ensemble yang disertai dialog interaktif. Salah satu program edukatif tahunannya adalah konser Musicademia, yang selain diadakan di Istora Senayan, beberapa kali juga di kampus-kampus di luar Jakarta.

Tahun 1995 dan 2004 Addie mendirikan Twilite Chorus dan Twilite Youth Orchestra untuk meningkatkan pembinaan apresiasi musik paduan suara dan simfonik di kalangan remaja. Addie juga masih membantu beberapa orkes sekolah dan beberapa kali memberikan seminar di ITB jurusan Fisika Suara, STEKPI, Prasetya Mulya, dan lainnya.

Addie bersama Twilite Orchestra dan Twilite Chorus juga aktif membawa musik simfonik Indonesia ke luar negeri. Pada tahun 2009, mereka tampil di Hanoi dan Sydney Opera House sebagai orkes simfoni Indonesia yang tampil pertama kalinya di concert hall itu selama sejak gedung tersebut dibangun.

Penghargaan-penghargaan lain yang pernah diterimanya, antara lain:

"Musik Film Terpuji", 2004 untuk musik film ‘Biola Tak Berdawai” dari Festival Film Bandung

"Golden Conductor Award" dari Yayasan Pendidikan Musik

"Diamond Achievement Award"dari De Beers

"Metronome Award" sebagai pengembang musik simfonik, dari PAPPRI