Navigation












Artists


Trisum

    Genre : Jazz / Pop

    Perform on:
    Friday March 2, 2012
    A3 BNI Hall

    Website :
    http://


  

About This Act :

Berawal dari konser Indro Hardjodikoro “Feels Free” di Erasmus Huis tanggal 5 May 2010. Indro, bersama muridnya Fajar Adi Nugroho, membentuk group Indro Hardjodikoro The Fingers. Dengan formasi 2 bass maka bass itu sendiri bisa berimprovisasi dan mengiringi secara bergantian. Indro Hardjodikoro The Fingers dibantu oleh Yesaya Soemantri pada drum dan Andy “Gomez” Setiawan pada keyboard. Band ini pada bulan July 2011 ikut berpartisipasi di ajang International Jazz Festival di Rusia, Petro Jazz dan MuzEnergo Jazz Festival. Album Indro Hardjodikoro The Fingers yang berjudul “Traveling” telah di release bulan Oktober 2011. Indro Hardjodikoro yang memimpin band ini, sudah berkiprah di dunia musik lebih dari 25 tahun. Indro adalah guru bass yang sudah menghasilkan murid-murid yang berbakat. Indro Hardjodikoro bergabung dengan group Halmahera, SimakDialog, Twilight Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra, Tohpati Ethnomission, serta mengisi bass untuk sederet penyanyi-penyanyi Indonesia seperti Chrisye, 3Diva, Krisdayanti, Ruthsahanaya dan artis2 international seperti Dave Koz, Eric Marienthal, George Duke, Sheila Majid, Asia Rythm Beat bersama Lewis Pragasm dan masterclass di Rythm and Groove Music Camp di Jakarta bersama Victor wooten. Fajar Adi Nugroho (25thn) mengawali bermain musik dengan alat musik guitar, baru pada umur 16 Fajar mendalami Elektrik Bass bersama Indro Hardjodikoro. Tahun 2006 membentuk band Dua Arjuna. Berbagai event telah di alami seperti band pembuka Andra & The Backbone serta Dewa 19 di PRJ, berbagai workshop dan klinik di sekolah-sekolah di Jakarta. Fajar menjuarai Best Bass di JGTC Festival tahun 2008 dan jingle contest yang di adakan oleh brand League dan meraih penghargaan “Best Music Performance”, ia juga berkesempatan mengisi rubrik klinik musik di majalah “Music Corner” selama beberapa edisi. Fajar bergabung di Band Djemima and the Orgasmic brothers dan Empat Bass di acara konser A Masterpiece of Erwin Gutawa, 2011. Andy Setiawan, (26thn), yang sering di panggil Gomez, mulai mempelajari musik sejak pendidikan menengah di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta (SMM). Setelah lulus tahun 2003, Ia lalu mendalami  permainan piano di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan meraih gelar sarjana tahun 2010. Berbagai pengalaman Gomez telah lalui, seperti duet piano bersama Ross Carey dari New Zealand, Konser “Keroncong Light Orchestra”, pimpinan Singgih Sanjaya serta band pengiring beberapa musisi Indonesia seperti Syaharani, Tompi dan Oele Patiselano sertamusisi manca negara seperti Saksofonis Ken Takenouchi (Jepang) pada kunjungan mereka di Jogja. Beberapa kelompok musik yang pernah bermain bersama Gomez Jurasik dan Kirana Big Band, dan Anane. Yesaya Sumantri (21thn) anak dari Willy Sumantri, pemain guitar senior, Echa panggilan akrab Yesaya, adalah pemain drum yang masih muda dan berbakat. Echa sejak umur 9 tahun telah mengiringi berbagai acara musik, Band dan artists Indonesia, seperti Idola Cilik, Trisum, Abdul and The Coffee Theory, Ello, Tompi, Tohpati, Erwin Gutawa dan banyak lagi.