Navigation

   
   
   




Artists


Indra Aryadi

    Genre : Jazz / Pop

    Perform on:
    Friday March 4, 2011
    Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Hall

    Website :
    


  

About This Act :

Adalah hal yang membanggakan Indra Aryadi mendapat kesempatan untuk tampil kembali di Java Jazz Festival 2011.

Indra akan membawakan lagu-lagu yang dia tulis untuk debut albumnya, 'Duniaku' yang direncanakan di - launching bersamaan dengan penyelenggaraan Java Jazz Festival 2011.

Musik yang ditulis di album yang sudah lewat dua tahun dikerjakannya itu ia sebut sebagai multiethnical instrument, karena di dalamnya dapat ditemui beberapa unsur dan scale etnik.

'Lagu saya adalah sebuah bentuk pluralisme dalam etimologi musik,' jelasnya.
Contohnya di Lagu 'Diatri' akan ditemukan nuansa Jawa, rampak gendang Sunda, ambience saluang dari etnis Batak, balutan notasi klasik di reffrain yang digabung dengan suling Melayu, nuansa celtic, feel jazz di bagian solo dengan kord yang out dan tetap ada unsur pop, meski dibanyak part tidak dibuat manis.

Untuk Java Jazz nanti, Indra Aryadi didampingi oleh Demas Narawangsa (drums), Yessi Kristianto dan Yoseph Sitompul (keyboards), Aldy Zotan (bass), Bang Saat Borneo (suling), Sigit Arditya (Violin) dan vokalis Ismi Halida.

Indra berharap penonton menilai lagu-lagunya secara keseluruhan.
Sehingga pesan yang ingin ia sampaikan, 'Saya ingin dari lagu-lagu saya penonton mendapatkan semangat pluralisme, kebersamaan, dalam konteks yang positif,' dapat diterima oleh mereka.

http://www.reverbnation.com/indraaryadi

Jumlah personil 12 orang (incl. 2 kru, sound enginer dan manajer)

Indra Aryadi, komposer-gitaris kelahiran 31 Agustus 1978, mulai tertarik pada gitar sejak awal sekolah menengah atas.
Menurut Indra, instrumen ini secara logis paling praktis dan efisien, serta secara bunyi paling natural dan dinamis.
Indra yang mempelajari instrumen ini secara otodidak, menyatakan bahwa gitar sebagai sebuah media akan semakin bersinergi dan berinteraksi dengan penggunanya sejalan dengan waktu.
Hasil sinergi dan interaksi itu dapat dilihat dari catatan perjalanan musikalnya.

Tahun 2001, bersama Khayangan ia menjadi Juara Favorit Festival Jazz Goes To Campus dan juara II di festival yang sama pada tahun berikutnya.
Indra meraih predikat Best Guitarist Festival Jazz se - Jawa Bali 2002 di Dermaga Foodcourt Pondok Indah, Jakarta.

Masih bersama grup yang didirikannya itu, ia menjadi pengisi acara Reguler Jazz di ZOOM Resto & Lounge Jakarta pada tahun 2004.
Disana mereka mendapat kesempatan mengiringi beberapa penyanyi papan atas tanah air seperti Harvey Malaiholo dan Shelomita.

Indra tercatat menjadi musisi tetap band pengiring Andien di tahun 2004 - 2005.
Performa musikalnya berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz muda saat itu, seperti Irsa Destiwi dan Yudhis (sekarang anggota kelompok Gruvi).

Di tahun yang sama Indra bertemu dengan salah seorang musisi kelas satu tanah air, Indro Hardjodikoro, dimana ia banyak belajar tentang teori musik dan aransemen sampai sekarang.

Tahun 2008 ia memimpin kelompoknya, Indra Aryadi & Friends bermain di Jak Jazz Festival, melakukan serangkaian konser di gathering - roadshow - festival JGTC 2009, dan tampil di International Java Jazz Festival 2010.

Sebelum itu, pada akhir tahun 2009, Indra tampil dengan vokalis kelas dunia asal Indonesia, Dira J.Sugandi, pada sebuah acara Kementrian Departemen Budaya dan Pariwisata di Jakarta.

Sisi lain pencapaian musikalitas Indra adalah di dapur rekaman, utamanya dalam pembuatan sountrack film dan pekerjaanya sebagai aranjer dan produser album:

Ia mengisi gitar di OST Film 'Pesan Dari Surga' bersama Indro Hardjodikoro (2006) dan gitar akustik di OST Film 'Lagu untuk Amanda' bersama grup Music For Sale (Demajors, 2009).

Indra tercatat menjadi produser mini album Diafragma Band untuk swaraMUSIK (2008), membuat aransemen musik album kelompok Majesty (2008), aransemen musik album Miranti (sebuah projek musik untuk UNICEF, 2009), vocal director album kedua Overload Romance (2009), produser album Brinets Indonesian Idol (on progress), mengerjakan aransemen untuk album kelompok Sound Shine (on progress), Ridle (on progress), dan Proyek ”Benyamin in Jazz” (Bravo Music, on progress).